Sunday, April 5, 2015

Resume tentang Android (4)


by Vicky Vadya Royibha

Berbicara adalah metode yang digunakan manusia untuk berekspresi, atau pun mengeluarkan pendapat. Zaman sekarang ini, gangguan berbicara adalah salah satu gangguan tumbuh kembang yang banyak dialami oleh anak. Umumnya penderita gangguan berbicara ini adalah balita yang sedang dalam masa pertumbuhan. Agar gangguan ini tidak meluas, diperlukan sebuah metode pembelajaran untuk mengatasi gangguan bicara pada anak ini. Maka dari itu, penggunaan handphone cerdas alias smartphone sebagai media untuk terapi gangguan bicara pada anak sangat cocok dan dibutuhkan dalam hal tersebut.


Dilihat dari perkembangannya, smartphone pada masa sekarang tidak hanya digunakan untuk menelepon atau sekedar bertukar pesan. Orang-orang berlomba untuk menciptakan aplikasi yang belum pernah ada sebelumnya. Termasuk aplikasi-aplikasi untuk dunia kesehatan, diantaranya aplikasi untuk terapi gangguan bicara pada anak. Aplikasi semacam ini pernah ada sebelumnya, yaitu “Melatih Berbicara :Anak Gratis” yang dibuat oleh Hedgehog Academy. Namun, aplikasi ini dirasa kurang efektif karena dalam penggunaannya tidak ada pembelajaran yang akan membantu anak dalam terapi bicara. Tingkat kesulitan aplikasi pun tidak sebanding dengan pikiran anak seusia itu dan tampilan interface yang kurang friendly, sehingga tujuan pembuatan aplikasi terapi gangguan bicara pada anak pun dirasa kurang tepat sasaran. Maka dari itu, tujuan dari pembuatan aplikasi ini yaitu untuk membantu terapi ganggaun bicara pada anak dengan cara menyempurnakan aplikasi yang telah ada, agar ke depannya terapi berjalan dengan baik dan anak dapat berbicara dengan lancar.


Agar pembuatannya tepat sasaran dengan tujuannya, maka dibuatlah perancangan metode dengan menggunakan metode Waterfall, yaitu metode perancangan aplikasi yang dilakukan secara berurutan mulai dari analisa kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengujian program, dan terakhir yaitu penerapan program.
 
Setelah perancangan aplikasi melalui metode Waterfall selesai, maka akan tercipta tampilan awal aplikasi yaitu dua buah menu utama, menu flash card dan permainan. Menu flash card adalah menu yang berisi beberapa buah kartu dengan gambar didalamnya, disertai dengan nama dari kartu tersebut yang bisa di output suaranyadenganmengklik icon speaker padagambar yang dituju. Tujuannya agar pengguna dapat mendengarkan output suara dan mengucapkan suara tersebut dengan intonasi yang benar. Sedangkan pada menu permainan, pengguna akan diberi tantangan untuk menebak suara dan tebak kartu. Pada pilihan tebak suara, pengguna terlebih dahulu mendengar pertanyaan lalu menjawab dengan cara memilih kartu yang ditanyakan tadi. Sedangkan pada menu tebak kartu, pengguna diminta untuk menebak kartu yang ditampilkan dengan memanfaatkan sistem speech recognition sehingga harus tersambung dengan koneksi internet untuk menjalankannya. Selain kedua menu tersebut, terdapat juga fitur tambahan yaitu fitur untuk mengingat dan mencari flash card yang diinginkan oleh pengguna.
 
Kesimpulan dari pembuatan aplikasi ini yaitu aplikasi dapat memberikan sebuah pembelajaran dalam bentuk permainan edukasi sehingga anak tidak mudah bosan dalam proses belajarnya. Seperti dalam pemilihan dua menu utama, dimana satu menu mengharuskan si anak untuk berbicara dan satu menu lainnya menyuruh si anak mendengarkan kata yang diucapkan melalui flash card. Ke depannya diharapkan aplikasi dapat lebih baik lagi dengan penambahan fitur maupun penambahan di segi interface, sehingga anak dapat semakin termotivasi untuk memainkan aplikasi yang sekaligus digunakan sebagai media untuk belajar berbicara.

Agas Arya Widodo, Alif Gibran Syarvani, Satrio Wisnugroho, Rahadian Kurniawan. (2014). Aplikasi Android untuk Terapi Gangguan Bicara pada Anak. Prosiding Seminar Nasional Informatika Medis ke-5, Yogyakarta.

1 comment: