Sunday, April 5, 2015

Resume tentang Siaga Bencana (1)


by Fadila Aulia Pritami


Indonesia merupakam negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik dunia, yaitu Euro-Asia di bagian Utara, lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Filipina dan Samudera Hindia di bagian Timur sehingga menjadi negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam tinggi seperti letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dan sebagainya.

Beberapa faktor penyebab utama timbulnya banyak korban akibat bencana gempa adalah karena kurangnyapengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana tersebut.Pengetahuan mengenai penguranganrisiko bencana belum masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Padahal 113 negara lain yang sudahmemasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah diantaranya adalah Bangladesh, Iran, India, Mongolia, Filipina, Turki, dan Tonga. Berdasarkan Hyogo Framework yang disusun oleh PBB maka pendidikan siaga bencana merupakan prioritas, yakni Priority for Action 3: Use knowledge, innovation and education to build a cultureof safety and resilience at all levels.

Siaga Bencana Gempa Bumi perlu diajarkan kepada anak-anak sekolahyang didalamnya mencakup bagaimana menyelamatkan diri mereka saat bencana mengancam dan menghindarikecelakaan. Masyarakat Indonesia kurang mengerti apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana gempa untuk mengurangi kerugian jiwa dan benda. Berdasarkan hasil studi, bangunan sekolah dasar umumnya dibuat dengan kurang memperhatikan kaidah dasarketahanan bangunan terhadap gempa bumi, sehingga apabila terjadi gempa bumi maka bangunan sekolah dapatroboh dan menimpa siswa. Korban meninggal dan luka-luka lebih sering disebabkan karena tertimpa reruntuhan bangunan dan karena situasi panik. Maka, perlu diadakan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kewaspadaan (awareness) komunitas sekolah dasar terhadap bahaya gempa bumi melalui Pendidikan Siaga Bencana Gempa Bumiuntuk sekolah dasar.Pelaksanaan program akan bermanfaat bagi komunitas sekolahdalammengantisipasi bahaya bencana gempa bumi.

Pada kegiatan penelitian ini SDN Cirateun dan SDN Padasuka 2 Kab Bandung telah diberikan materi Pendidikan Siaga Bencana Gempa Bumi dalam bentuk modul untuk Guru, selain itu diberikan materi-materi Pendidikan Siaga Bencana Gempa Bumi kepada siswa-siswa kelas 2 dan3 SD juga terhadap orang tua siswa.Siswa sangat antusias untuk belajar mengenai siaga gempa bumi karena kegiatan pembelajarannya menarik terdiri dari serangkaian kegiatan yang memerlukan partisipasi aktif siswa, seperti kegiatan identifikasidaerah yaitu mengelilingi sekolah dan kelas sambil membuatdenah. Dalam memahami fenomena gempa bumi, siswa dan guru melakukan percobaan dengan menggunakanroti ibarat lapisan bumi dan saat latihan siaga gempa (earthquake drill) siswa bersama guruberlatih masuk ke dalam kolong meja, berbaris dan keluar ke tempat evakuasi.Kemudian, peneliti mengkonfirmasikan kepadaorang tua mereka, bahwa setelah memperoleh pendidikan siaga bencana, siswa menceritakanpengetahuan dan kegiatan mereka dengan keluarga di rumah.

Hasil penelitian mengenai pendidikan risiko bencanagempa bumi yaitu bahwa siswa yang memperoleh pendidikan siaga bencana gempa bumi memiliki peningkatanpengetahuan mengenai fenomena gempa bumi, tindakan mitigasi dan tanggap darurat. Mereka memilikipersepsi realistik terhadap kemungkinan terjadinya bahaya. Selain itu, siswa juga mampu berperan aktif dalam untuk memberikan informasi terhadap keluarganya masing-masing. 

Krishna S. Pribadi, Ayu Krishna Yuliawati. (2009). Pendidikan Siaga Bencana Gempa Bumi sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Siswa. Jurnal Abmas, Tahun 9 Nomor 9, Bandung.

No comments:

Post a Comment