Sunday, April 5, 2015

Resume tentang Siaga Bencana (2)

by Amanda Lailatul Fadhilah
 
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik dunia. Lokasi Indonesia yang demikian menjadikan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam tinggi, seperti letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya. Hal ini tentu menjadi masalah bagi masyarakat, utamanya masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana alam. Ketidaktahuan masyarakat akan cara penyelamatan diri dari bencana alam yang datang secara tiba-tiba, khususnya gempa bumi menjadi salah satu faktor banyaknya korban jiwa dan mendapat kerugian materi.

Bencana tidak dapat dihindari, akan tetapi dapat dikurangi dampak negatif atau risiko bencananya. Oleh karena itu, perlunya manajemen risiko bencana guna mengelola bencana, mulai dari tindakan persiapan sebelum bencana terjadi, dukungan, dan membangun kembali masyarakat saat bencana terjadi. Konsep pengelolaan bencana telah mengalami pergeseran paradigma, dari pandangan konvensional kemudian berkembang menjadi paradigma mitigasi, paradigma pembangunan dan paradigma pengurangan risiko. Kemudian pentingnya untuk diselenggarakannya pendidikan pengurangan resiko bencana guna menanamkan pengetahuan dan kearifan lokal untuk melindungi dari bahaya.alam. Terdapat perbedaan yang mendasar bagi anak-anak yang mengikuti dan tidak mengikuti pendidikan tanggap bencana. Anak-anak yang tidak mengikuti cenderung lebih merasa takut untuk memikirkan atau berbicara seputar bencana. Pendidikan ini tidak terbatas hanya pada pendidikan formal di sekolah tetapi dapat disampaikan melalui banyak cara.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Krishna S. Pribadi dan Ayu Krishna Yuliawati dilakukan dengan metode survey. Implementasinya dengan memberikan materi gempa bumi untuk siswa kelas 2 dan kelas 3 pada dua sekolah dasar yang berbeda selama kurang dari 6 bulan. Untuk pengujian pemahaman terhadap siswa dilakukan pretest dan post test serta test performance yaitu tes tindakan darurat ketika bencana terjadi. Hasil dari penelitian pendidikan bencana yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai fenomena gempa bumi, tindakan mitigasi bencana dan tindak-tanggap darurat bencana gempa bumi. Namun masih ada beberapa anak yang masih merasa kesulitan untuk memahami tentang materi gempa bumi. Walaupun ada beberapa siswa kelas 3 SD yang hasil tesnya masih belum mencukupi, namun ketika diminta test performance mereka sudah bisa menyelamatkan diri dengan benar. Peneliti juga melakukan survey terhadap orangtua, agar siswa dapat memahami pendidikan siaga bencana dengan baik tentunya tidak lepas dari dukungan orang tua. Oleh karena itu, Orangtua siswa juga memiliki peran aktif dalam mendorong siswa untuk mempelajari materi pendidikan siaga bencana.
 
Krishna S. Pribadi, Ayu Krishna Yuliawati. (2009). Pendidikan Siaga Bencana Gempa Bumi sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Siswa. Jurnal Abmas, Tahun 9 Nomor 9, Bandung.

No comments:

Post a Comment