Thursday, April 2, 2015

Resume tentang Android (2)


by Dewi Sri Muryawati
Tak asing lagi gangguan berbicara merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang kini banyak dialami oleh anak oleh sebab itugangguan kemampuan berbicara dan berbahasa pada anak harus ditangani sejak dini dengan metode yang tepat. Bicara dan bahasa merupakan hal yang paling penting bagi seseorang untuk mengekspresikan emosi, pikiran, pendapat dan keinginannya. Diperkirakan sekitar 6 persen anak mengalami gangguan bicara, tetapi ada yang melaporkan angkanya hingga 19 persen. Di Indonesia, data yang dikumpulkan dari 7 rumah sakit pendidikan di seluruh Indonesia tahun 2007 menunjukkan, gangguan bicara dan bahasa menempati urutan pertama bentuk gangguan tumbuh kembang anak. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di sekitar kota Bandung, Jawa Barat, terungkap angka gangguan tumbuh kembang anak lebih sering ditemukan di desa (30 persen) dibandingkan di kota (19 persen). Untuk itu biasanya melakukan terapi gangguan bicara dengan mengunakan flash card. Namun sisi lain dari flash card, kurangnya  kepraktis karena dengan mengunakannya hanya tersedia dalam bentuk kartu fisik, yang memiliki kemungkinan rusak dan hilang. Oleh sebab itu, diperlukan suatu media terapi yang lebih praktis, efektif, dan efisien dalam membantu proses terapi anak yaitu aplikasi terapi gangguan bicara dan bahasa pada anak di smartphone.

Adapun metode aplikasi ini menggunakan Waterfall.Metode waterfall yaitu metode perancangan aplikasi yang dilakukan secara berurutan, mulai dari analisa kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengujian program,dan penerapan program. Pada analisa kebutuhan dalam mencari informasi informasi melaluli situs web dan wawancara dengan guru-guru PAUD agar tercipta interface yang menarik sehingga tidak membosankan dalam memainkan aplikasi ini.Setelah itu, desain aplikasi yang akan dibuat didasarkan pada kebutuhan kebutuhan yang didapat dari hasil analisa kebutuhan dan melihat contoh aplikasi aplikasi edukasi anak yang telah ada sebelumnya, seperti perancangan desain interface dan konten-konten pada aplikasi. Penulisan kode program menggunakan aplikasi perangkat lunak Android Studio, karena aplikasi ini lebih baik dalam hal desain interface aplikasi, dan lebih user friendly dibandingkan dengan aplikasi lain. Dalam penulisan kode program pada bagian acak kartu di menu permainan, menggunakan sebuah metode Data Mining yaitu SRSWOR (Simple Random Sampling without Replacement). Setelah melakukan pemrogaman dilakukan pengujian program. Pada tahap ini dilakukan pencarian bug dalam aplikasi, dengan menguji aplikasioleh tester sebelum disebar luaskan. penyebaran aplikasi pada calon pengguna melalui media googleplaystore.

Cara main dalam Aplikasi Flashcard ini ada 2 yaitu tebak suara dan tebak kartu, tampilan permainan tebak suara, pengguna dapat mengatur banyak soal. Diberikan beberapa opsi kartu secara acak untuk menjawab pertanyaan via suara. Pada permainan ini, pengguna diminta untuk memilih salah satu dari 3 flash card tersebut. Pada permainan tebak suara terdapat icon speaker, yang berfungsi untuk mengulangi pertanyaan. Jika jawaban benar, akan mengeluarkan suara “benar”. Begitu juga jika jawaban salah, akan mengeluarkan suara “salah”. Tampilan permainan tebak kartu, pengguna diminta untuk menebak kartu yang ditampilkan dengan menggunakan sistemspeech recognition. Sehingga diperlukan koneksi internet untuk menggunakannya.Pada permainan tebak kartu ini, pengguna diminta untuk menyentuh tombol mikrofon lalu menjawab pertanyaan tersebut via suara. Aplikasi akan membantu anak dalam berbicara dan berbahasa dalam bentuk flash card, yang dapat mengeluarkan suara sehingga anak dapat mengulang kata yang telah didengar dari sebuah flash card. Dengan begitu, anak dapat mudah mengerti baik dari intonasi maupun pengucapan.

Agas Arya Widodo, Alif Gibran Syarvani, Satrio Wisnugroho, Rahadian Kurniawan. (2014) . Aplikasi Android Untuk Terapi Gangguan Bicara Pada Anak. Prosiding Seminar Nasional Informatika Medis ke-5, Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment