by Dewi Sri Muryawati
Tak asing lagi gangguan
berbicara merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang kini banyak dialami
oleh anak oleh sebab itugangguan kemampuan berbicara dan berbahasa pada anak
harus ditangani sejak dini dengan metode yang tepat. Bicara dan bahasa merupakan hal yang paling penting bagi
seseorang untuk mengekspresikan emosi, pikiran, pendapat dan keinginannya.
Diperkirakan sekitar 6 persen anak mengalami gangguan bicara, tetapi ada yang
melaporkan angkanya hingga 19 persen. Di
Indonesia, data yang dikumpulkan dari 7 rumah sakit pendidikan di seluruh
Indonesia tahun 2007 menunjukkan, gangguan bicara dan bahasa menempati urutan
pertama bentuk gangguan tumbuh kembang anak. Dalam
sebuah penelitian yang dilakukan di sekitar kota Bandung, Jawa Barat, terungkap
angka gangguan tumbuh kembang anak lebih sering ditemukan di desa (30 persen)
dibandingkan di kota (19 persen). Untuk
itu biasanya melakukan terapi gangguan bicara dengan mengunakan flash card. Namun sisi
lain dari flash card, kurangnya kepraktis karena dengan mengunakannya hanya
tersedia dalam bentuk kartu fisik, yang memiliki kemungkinan
rusak dan hilang. Oleh sebab itu, diperlukan suatu media
terapi yang lebih praktis, efektif, dan efisien
dalam membantu proses terapi anak yaitu aplikasi terapi
gangguan bicara dan bahasa pada anak di smartphone.
Adapun metode aplikasi ini menggunakan Waterfall.Metode waterfall
yaitu metode perancangan aplikasi yang dilakukan secara berurutan, mulai dari analisa kebutuhan, desain
sistem, penulisan kode program, pengujian program,dan penerapan program. Pada
analisa kebutuhan dalam mencari informasi informasi melaluli situs web
dan wawancara dengan guru-guru PAUD agar tercipta interface
yang menarik sehingga tidak membosankan dalam memainkan aplikasi ini.Setelah
itu, desain aplikasi yang akan dibuat
didasarkan pada kebutuhan kebutuhan yang didapat dari hasil analisa kebutuhan
dan melihat contoh aplikasi aplikasi edukasi anak yang telah ada sebelumnya,
seperti perancangan desain interface dan konten-konten pada aplikasi. Penulisan kode program
menggunakan aplikasi perangkat lunak Android Studio, karena aplikasi ini lebih baik dalam hal
desain interface aplikasi,
dan lebih user friendly dibandingkan dengan aplikasi lain. Dalam
penulisan kode program pada bagian acak kartu di menu permainan,
menggunakan sebuah metode Data Mining yaitu SRSWOR
(Simple Random Sampling without Replacement). Setelah melakukan pemrogaman dilakukan pengujian program. Pada tahap ini
dilakukan pencarian bug dalam aplikasi, dengan menguji aplikasioleh tester
sebelum disebar luaskan. penyebaran aplikasi pada calon pengguna melalui
media googleplaystore.
Cara main dalam
Aplikasi Flashcard ini ada 2 yaitu tebak suara dan tebak kartu, tampilan
permainan tebak suara, pengguna dapat mengatur banyak soal. Diberikan beberapa
opsi kartu secara acak untuk menjawab pertanyaan via suara. Pada permainan ini,
pengguna diminta untuk memilih salah
satu dari 3 flash card tersebut. Pada permainan tebak suara terdapat icon speaker, yang berfungsi
untuk mengulangi pertanyaan. Jika jawaban benar, akan mengeluarkan
suara “benar”. Begitu juga jika jawaban salah, akan mengeluarkan suara “salah”. Tampilan permainan tebak kartu, pengguna diminta
untuk menebak kartu yang ditampilkan dengan
menggunakan sistemspeech recognition. Sehingga
diperlukan koneksi internet untuk menggunakannya.Pada permainan tebak kartu
ini, pengguna diminta untuk menyentuh tombol mikrofon lalu menjawab pertanyaan
tersebut via suara. Aplikasi akan membantu anak dalam berbicara
dan berbahasa dalam bentuk flash card, yang dapat mengeluarkan suara sehingga anak dapat mengulang kata yang
telah didengar dari sebuah flash card. Dengan begitu, anak dapat mudah
mengerti baik dari intonasi maupun pengucapan.
Agas Arya Widodo, Alif Gibran Syarvani, Satrio Wisnugroho, Rahadian Kurniawan. (2014) . Aplikasi Android Untuk Terapi Gangguan Bicara Pada Anak. Prosiding Seminar Nasional Informatika Medis ke-5, Yogyakarta.
No comments:
Post a Comment