by Vicky Vadya Royibha
Berbicara adalah metode yang digunakan manusia untuk berekspresi,
atau pun mengeluarkan pendapat. Zaman sekarang ini, gangguan berbicara adalah salah
satu gangguan tumbuh kembang yang banyak dialami oleh anak. Umumnya penderita gangguan
berbicara ini adalah balita yang sedang dalam masa pertumbuhan. Agar gangguan ini
tidak meluas, diperlukan sebuah metode pembelajaran untuk
mengatasi gangguan bicara pada anak ini. Maka dari itu, penggunaan handphone cerdas
alias smartphone sebagai media untuk terapi gangguan bicara pada anak sangat cocok
dan dibutuhkan dalam hal tersebut.
Dilihat dari perkembangannya, smartphone pada masa sekarang tidak
hanya digunakan untuk menelepon atau sekedar bertukar pesan. Orang-orang
berlomba untuk menciptakan aplikasi yang belum pernah ada sebelumnya. Termasuk aplikasi-aplikasi
untuk dunia kesehatan, diantaranya aplikasi untuk terapi gangguan bicara pada anak.
Aplikasi semacam ini pernah ada sebelumnya, yaitu “Melatih Berbicara :Anak
Gratis” yang dibuat oleh Hedgehog Academy. Namun, aplikasi ini dirasa kurang efektif
karena dalam penggunaannya tidak ada pembelajaran yang akan membantu anak dalam
terapi bicara. Tingkat kesulitan aplikasi pun tidak sebanding dengan pikiran anak
seusia itu dan tampilan interface yang kurang friendly, sehingga tujuan pembuatan
aplikasi terapi gangguan bicara pada anak pun dirasa kurang tepat sasaran. Maka
dari itu, tujuan dari pembuatan aplikasi ini yaitu untuk membantu terapi ganggaun
bicara pada anak dengan cara menyempurnakan aplikasi yang telah ada, agar ke depannya
terapi berjalan dengan baik dan anak dapat berbicara dengan lancar.
Agar pembuatannya tepat sasaran dengan tujuannya,
maka dibuatlah perancangan metode dengan menggunakan metode Waterfall, yaitu metode
perancangan aplikasi yang dilakukan secara berurutan mulai dari analisa kebutuhan,
desain sistem, penulisan kode program, pengujian program, dan terakhir yaitu penerapan
program.
Setelah perancangan aplikasi melalui metode
Waterfall selesai, maka akan tercipta tampilan awal aplikasi yaitu dua buah
menu utama, menu flash card dan permainan. Menu flash card adalah menu yang
berisi beberapa buah kartu dengan gambar didalamnya, disertai dengan nama dari kartu
tersebut yang bisa di output suaranyadenganmengklik icon speaker padagambar
yang dituju. Tujuannya agar pengguna dapat mendengarkan output suara dan mengucapkan
suara tersebut dengan intonasi yang benar. Sedangkan pada menu permainan,
pengguna akan diberi tantangan untuk menebak suara dan tebak kartu. Pada pilihan
tebak suara, pengguna terlebih dahulu mendengar pertanyaan lalu menjawab dengan
cara memilih kartu yang ditanyakan tadi. Sedangkan pada menu tebak kartu,
pengguna diminta untuk menebak kartu yang ditampilkan dengan memanfaatkan sistem
speech recognition sehingga harus tersambung dengan koneksi internet untuk menjalankannya.
Selain kedua menu tersebut, terdapat juga fitur tambahan yaitu fitur untuk mengingat
dan mencari flash card yang diinginkan oleh pengguna.
Kesimpulan dari pembuatan aplikasi ini yaitu
aplikasi dapat memberikan sebuah pembelajaran dalam bentuk permainan edukasi sehingga
anak tidak mudah bosan dalam proses belajarnya. Seperti dalam pemilihan dua
menu utama, dimana satu menu mengharuskan si anak untuk berbicara dan satu menu
lainnya menyuruh si anak mendengarkan kata yang diucapkan melalui flash card.
Ke depannya diharapkan aplikasi dapat lebih baik lagi dengan penambahan fitur maupun
penambahan di segi interface, sehingga anak dapat semakin termotivasi untuk memainkan
aplikasi yang sekaligus digunakan sebagai media untuk belajar berbicara.
Agas Arya Widodo, Alif Gibran Syarvani, Satrio Wisnugroho, Rahadian Kurniawan. (2014). Aplikasi Android untuk Terapi Gangguan Bicara pada Anak. Prosiding Seminar Nasional Informatika Medis ke-5, Yogyakarta.
good
ReplyDelete