Wednesday, May 27, 2015

Review UTS Informatika UII - Vicky

Assalamualaikum wr wb.

Selamat Pagi semua, disini saya akan mereview kejadian-kejadian cukup unik yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan Ujian Tengah Semester atau biasa disebut UTS. Seperti kita ketahui bahwa pada tanggal 4-16 Mei 2015 kemarin, para mahasiswa Universitas Islam Indonesia menjalani masa UTS termasuk juga saya.

Yang namanya ujian pasti memiliki suatu peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh para peserta. Untuk peraturan UTS kali ini cukup unik dan berbeda dibanding UTS sebelumnya. Satu yang paling saya rasakan adalah tidak adanya penggunaan kartu ujian sebagai tanda sah-nya peserta ujian mengikuti UTS. Sebagai gantinya, panitia memperbolehkan peserta menggunakan kartu identitas pribadi yang lain seperti KTP, SIM, ataupun kartu yang memuat data diri beserta foto seperti KTM. Salah satu fenomena unik adalah ketika beberapa orang memilih untuk menggunakan kartu identitas KTP atau SIM sebagai ganti dari KTM. Pengawas terlihat sangat hati-hati dalam melihat data diri para peserta karena mereka menerapkan aturan ini supaya praktek tentang joki dalam ujian tidak ada lagi. Selain dari itu, foto peserta di dalam kartu identitas dan wajah asli terlihat berbeda karena mungkin faktor pertumbuhan usia, sehingga ada pengawas yang sempat iseng bertanya kepada salah satu peserta "Ini bener foto kamu? Kok wajahnya agak beda ya?" diikuti dengan tawa ringan para peserta lainnya. Peraturan baru itu pun tidak terlalu membuat permasalahan karena memang sebelumnya sudah diiinfokan oleh jurusan masing-masing mengenai peraturan UTS yang baru ini.

Kejadian kedua yang saya alami adalah pada saat mengikuti UTS Statistika Probabilitas atau Statpro. Pada ujian kali ini, saya dan para peserta lain dibuat heran dengan berubahnya aturan pengerjaan soal, yang awalnya open paper dan kalkulator menjadi hanya open kalkulator. Padahal sebelumnya sudah dikonfirmasi oleh dosen bahwa ujian berlangsung open book, dan pada pengerjaannya di kelas menjadi close book. Ini terjadi karena soal UTS Statpro tersebut adalah gabungan dari tiga dosen pengampu sekaligus, sehingga mungkin ada aturan yang berbeda dari setiap dosen dalam pengerjaan soal ujian tersebut. Pada akhirnya kelas saya yang menjadi korban dari perbedaan aturan tersebut dan ya, beberapa peserta ujian melakukan protes terhadap pengawas meskipun tidak digubris.

Itulah kejadian-kejadin unik yang saya alami selama menjalani masa UTS Semester 4 ini. Saya yakin dengan semakin ketatnya aturan-aturan yang berlaku, maka semakin siap untuk mahasiswa dalam menghadapi suatu tes lagi kedepannya. Amiiiin~

Sekian review dari saya, Wassalamualaikum wr wb.

No comments:

Post a Comment